David Beckham dan Gairah Jakarta

Kedatangan David Beckham bersama klub LA Galaxy ke Jakarta, antara lain untuk bereksibisi melawan tim Indonesia Selection, memperkaya catatan muhibah para bintang dan mantan bintang sepak bola dunia ke negeri ini. Dia datang bersama Landon Donovan dan Robbie Keane, sosok yang seperti Beckham juga cukup diakrabi penggemar Liga Inggris karena keduanya pernah bermain di liga terbaik tersebut. Beberapa bulan lalu, publik bola Jakarta juga dihibur oleh Franco Baresi dan kawan-kawan dari kesebelasan old crack AC Milan.

Makin sering kedatangan tamu-tamu klub dengan kualitas yang sudah terjamin, barang tentu merupakan keuntungan bagi sepak bola nasional. Kita tahu, Malaysia, Thailand, dan Vietnam meng-up grade diri antara lain dengan rajin mendatangkan klub-klub kuat Eropa. Para pemain kita mendapat kesempatan untuk menambah jam terbang menghadapi pemain-pemain dengan kapasitas dan pengalaman tinggi. Peluang dalam proses pertandingan demikian diharapkan menjadi transfer of technology terkait dengan pembelajaran teknik dan perilaku profesional.

Kematangan permainan tim nasional usia 23 tahun Malaysia yang merebut medali emas di SEA Games Laos 2009 dan SEA Games Indonesia yang lalu, misalnya, disebut-sebut juga ditopang oleh jam terbang uji coba menghadapi tim-tim berkualitas. Baik ketika mereka berlatih dan try out di Eropa, maupun menghadapi klub-klub besar Eropa di Kuala Lumpur. Kondisi serupa pernah kita rasakan pada dasawarsa 1970-an ketika Jakarta menjadi persinggahan rutin klub-klub Eropa dan Amerika Latin yang menjadi lawan tanding bagi tim Garuda.

Seberapa penting sebenarnya kedatangan Beckham yang notabene sudah layak disebut ”eks bintang”? Walaupun kemampuan mantan anggota Class of ‘92 Manchester United itu tentu tidak lagi seperti pada masa-masa keemasannya, namun Beckham membawa pesona yang tetap saja berbeda. Unjuk teknis, tentu kita harapkan tetap muncul dari keunggulan tendangan paraboliknya yang khas itu, atau kemampuannya mengatur ritme permainan. Tebaran pesona si Spice Boy tentu juga membawa kegairahan tersendiri bagi para pemain muda dan calon pemain kita.

Faktor kegairahan itulah yang menjadi poin penting kunjungan para bintang seperti Beckham. Bagaimanapun, para bintang selalu terkait dengan inspirasi dan keteladanan. Ia diidolakan oleh anak-anak dan remaja kita, menjadi role model kesuksesan bintang sepak bola. Pemain yang pernah lekat dengan nomor punggung 7 itu bukan hanya eksepsional di lapangan bola, melainkan juga memiliki sisi-sisi kehidupan luar biasa di luar sepak bola. Di balik kritik tentang gaya hidupnya yang lebih mirip artis, Becks membuktikan karier sepak bolanya tidak terganggu.

Laga persahabatan dengan tim Indonesia yang bermaterikan para pemain nasional senior dan tim U-23 di Stadion Gelora Bung Karno, sore ini, menjadi bagian dari sejarah kedatangan bintang-bintang bola dunia ke negeri ini. Lev Yashin, Pele, Cruyff, Beckenbauer, Bogicevic, Gullit, Signori merupakan deretan nama tenar yang pernah berlaga di Senayan. Sejarah itu jangan sekadar melintas tanpa makna, namun bersubstansi pembelajaran yang membawa kemaslahatan. Sepak bola Indonesia memang butuh banyak ”vitamin” untuk mendeterminasi vitalitasnya.

Leave a Reply

Followers